Sri Lanka: Pertama Kali Ke Luar Negeri

“Sri Lanka Matha… Apa Sri Lanka, Namo… Namo… Namo… Namo… Matha…

Ya itulah kalimat yang paling saya ingat dari pengalaman berada di negara Sri Lanka, lagu kebangsaannya.

Siapa sangka, negara pertama kali yang saya kunjungi di luar negeri adalah Sri Lanka. Saya bisa berkunjung kesana karana mengikuti acara seminar internasional, namanya 10th International Conference on Education 2024 (ICEDU 2024) yang diselenggarakan oleh The International Institute of Knowledge Management (TIIKM).

.

peserta ICEDU 2024 Indonesia

Peserta Indo ICEDU 2024

Pertama kali…

Suatu pengalaman yang luar biasa, berada di negara yang unik, menimba ilmu dalam suatu seminar yang luar biasa bersama orang-orang yang bukan remahan rempeyek gosong yang nggak enak dimakan seperti saya. Banyak hal pertama kali yang saya rasakan di tanggal 1-7 Mei 2024 itu:

  1. Pertama kali menginjakkan kaki di luar negara Indonesia
  2. Pertama kali menggunakan pasport
  3. Pertama kali naik pesawat terbang
  4. Pertama kali ngobrol interaktif dengan orang luar negeri
  5. Pertama kali ikut seminar internasional
  6. Pertama kali dapat masukan dari orang luar negeri
  7. Pertama kali dipuji oleh orang luar negeri dalam bahasa Inggris
  8. Pertama kali bertanya di forum internasional
  9. Pertama kali melihat islam di luar negeri
  10. Pertama kali berada di hotel kelas mewah

Ya, tentu masih banyak pengalaman yang didapat pada tanggal tersebut. Benar-benar tidak menyesal memberanikan diri…

Meski bahasa inggris terbata-bata dan terkaguk-kaguk, orang luar negeri di forum internasional ternyata sangat amat menghargai. Meski bertanya dengan bergetar dan lihat terjemahan, masih tetap dijawab secara serius dan mudah dipahami. Meski awalnya tidak nyaman, akhirnya terbiasa juga…

Hadir di forum internasional, membuat diri ini sadar, “Aku tidak ada apa-apanya, aku bukan siapa-siapa, masih jauh bila disandingkan dengan orang-orang luar biasa di dunia ini…”

Sambil liburan…

Ya seminarnya cuman 3 hari, satu setengah hari setelahnya jalan-jalan. Ngomong-ngomong, saya ke Sri Lanka bareng teman-teman yang bukan orang sembarangan. Orang-orang yang saya akui jos dan luar biasa, sebagaian besar adalah dosen dan orang yang berpengalaman. Melihatnya saja, saya langsung minder…

“Saya ini apaan!!!”

Namanya juga anak introvert, apa-apa takut apa-apa minder…

Meski mereka luar biasa, tapi mereka sangat friendly dan mengayomi. Saya yang nggak pernah ke luar negeri ini merasa ditemani dan tidak takut. Terima kasih pada mereka yang telah memberikan pengalaman yang luar biasa…

Bersama bapak-bapak dosen

Setelah seminar selesai, kami sempatkan ke Kandy, salah satu kota di Sri Lanka. Kami berangkat dengan kereta dari Stasiun Colombo Fort. Merasakan kereta di Sri Lanka, membuat diri ini bersyukur dengan KAI di Indonesia.

“I think KAI is better.”

stasiun Sri Lanka
Di depan Colombo Ford Railway

Rencana kami ke Kuil Gigi, namun karena harganya cukup mahal, nggak jadi. Ya cuman foto di depannya saja. Masuk harus lepas sandal dan perempuan yang berkerudung tidak boleh masuk. Nggak tahu sih alasannya apa.

kuil gigii
Kuil Gigi

Akhirnya kami ke Danau Kandy saja. Menyusuri danau sambil lihat pemandangan. Beli sedikit aksesoris murah sehara enam ribuan, berfoto, makan, sholat, terus pulang ke stasiun kereta lagi.

Kami sholat di Kandy Malay Military Mosque. Bisa dilihat di Maps:

Ya kami sempat makan di Mall di dekat danau Kandy. Harga makannya lumayan mahal, sekitar 1800 LKR atau kurang lebih 95.000 IDR dalam rupiah Indonesia. Tapi enak kok…

kandy Sri Lanka
Kandy, Sri Lanka

Di dalam masjid, kami disambut dengan sangat baik. Ada bapak-bapak yang bercerita sampai menitihkan air mata karena terharu, masih ada anak muda yang ingat sholat ketika liburan. Ya, kondisi muslim setiap negara memang berbeda-beda.

Toleransi agama di Kandy, Sri Lanka

Pengalaman tidak mengenakkan

  • Driver Aplikasi Pickme yang kadang menipu (bahkan terlihat minum ketika berkendara mobil)
  • Suasana yang tidak familiar pertama kali (bau aneh, pemandangan, dan lain-lain) sampai sulit tidur
  • Kereta api yang sedikit kurang nyaman (bising dan kasar)
  • Awalnya makanan kurang sesuai (agak eneg), untung bawa sambel Indonesia
  • Lumayan panas dan gerah (tidak jauh beda dengan Indonesia)
  • Prosiding seminar internasionalnya tidak terindeks Scopus
  • Oleh-oleh yang dibeli di Laksala sedikit agak mahal

Ya meski demikian, itu tetap menjadi pengalaman yang luar biasa dan tidak akan terlupakan. Alhamdulillah dapat merasakan negara luar negeri yang selevel dengan Indonesia. Atmosfir masyarakat di Sri Lanka tidak jauh dari India sepertinya. Makanannya pun juga tidak jauh berbeda seperti di film-film drama India.

Night, Rain, and Colombo in Sri Lanka

Tidak bermaksud apa-apa, cuman ingin nulis saja. Terima kasih ya telah membaca…

Reaksi Anda?
+1
1
+1
0
+1
2
+1
0
+1
0
Bagikan:
HUDA
HUDA

Sekarang mahasiswa, besok nggak tahu, masih nganggur, kadang suka nulis, kadang suka tidur, ya gitu aja sih. Motto hidup, "Jangan kebanyakan ber-motto"😅

Articles: 17

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *